That’s almost my activities right now..busy..busy..busy.. >.<
Tnyata KKN Tematik tidak semudah yg dibayangkan.. Banyak org yg merekomendasikan, banyak pula yg tidak niat menyentuhnya sama sekali..
Klo ditanya knp sampe ikut, awalnya hanya coba2..Just trying and waiting for the result..Eh tnyata keterima..malahan stlh keterima sempet2 pengen mengundurkan diri..tp akhirnya tetep lanjut..krn satu hal yg sudah pasti, sekelompok ma tmn kost sendiri ^^
Entah kenapa tiba2 keterima di Bidang UKM Lainnya? Apaan nieh? Mpe bingung sendiri awalnyaa..Tapi setelah survery, lama2 makin nampak semakin jelas ..walaupun skrng masih kabur juga..hohoho =P

Dr sekian survey yg pernah aq jalani..really interesting..qta mengunjungi UKM2 yang ada di Manding,Bantul yg dulu sempet jd korban gempa..disana terkenal dg kerajinan kulit (Tp krn qta bukan fokus di bidang itu, so qta hanya liat2 showroomnya aja bntar..). Muter2 gak jelas..trus qta mulai identifikasi apa aja si yg termasuk UKM lainnya..Qta mulai mengunjungi UKM Kerajinan Kayu dan Batu, Minimarket, Toko Alumunium dan Peternakan Sapi..
The most interesting place is “Cow’s Farm” alias Peternakan Sapi..disebut itu mgkn jg gak tepat krn tmptnya juga ga luas2 amat jd mgkn ga bs juga disebut peternakan y biasanya punya tanah yg luas..Pertama masuk, qta berempat udah menyangka klo qta emg hrs berbahasa jawa di sini..mulailah praktek bhs jawa dimulai…
Awalnya emg lumayan canggung (secara aq ga pede jg sm kemampuan bhs jawa ku =P) Tapi lama2 nyambung juga, qta mulai ngobrol2 sama Bapak pemilik perternakan sapi tsb..trus juga sama istri,anak,menantu sampe cu2nya..thats really amazing experience!
Sang bapak cerita ttg bagaimana jatuhnya usaha mereka saat Gempa Jogja 27 Mei 2006 yang lalu…Sang Bapak menceritakannya dengan bahasa jawa halus dan mata prihatin..sedangkan aq hanya terdiam mendengarkan sampe ikut jd trenyuhh juga..
Sang Bapakmenceritakan kesusahannya bangkit dr keterpurukan gempa..Beliau dulunya adalah seorang tukang becak sambil nyambi jadi tukang yg bs disuruh2 apa saja asal diberi upah. Lama2 upah tsb dikumpulkan untuk membeli dan memelihara sapi..dari usahanya itu, Sang Bapak bisa membangun rumah plus menghidupi keluarganya..Waktu gempa, beruntung rumahnya tidak rubuh, tapi kandang sapinya rusak dan hancur semua. Kata sang Bapak : “Se desa niki sing griyane mboten rubuh namung 3 griya mawon, liyanipun rubuh sedanten” (Satu desa sini yang rumahnya tidak rubuh hanya 3 rumah saja, lainnya rubuh semua)

Baru bisa kurasakan betapa musibah gempa waktu itu sangat membuat masyarakat Bantul menderita..Banyangkan betapa banyak korban jiwa yang jatuh sekaligus rumah yang ambruk. Dari beberapa teman yg sama2 KKN tematik, aq mendapatkan cerita juga bahwa ternyata hampir semua pengrajin di Manding (pengrajin kulit) yang dulunya berjaya sampai ekspor ke luar negeri, usahanya mandeg seketika karena gempa..Waktu saya mengunjungi sebuah minimarket di sana juga, sang Pemilik bercerita “Iya, dulu saya pengusaha kerajinan kulit, dulu pelataran di belakang minimarket ini adalah tempat produksi kerajinan kulit, tapi saat gempa, semuanya ludes habis padahal kebanyakan pesanan orang yang siap dikirim, ya sudah akhirnya modal saya abis semua saat gempa”
Begitu trenyuhnya aq mendengar cerita2 mereka secara langsung. Mata Sang Bapak Pemilik Peternakan Sapi yang berkaca-kaca saat menceritakan penderitaan mereka saat gempa membuat aq kembali menyadari betapa kehidupan punya sisi-sisi lain yang perlu ditengok.
Terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri sampai lupa bersyukur kepada Tuhan mengenai apa yang sudah kita terima sekarang. Kita sering merasa banyak yang kurang. Padahal di sisi-sisi lain di dsana, di tempat-tempat yang tidak kita pikirkan, masih banyak orang dengan sejuta kesusahan..
Mungkin kita dengan keterbatasan kita sebagai manusia biasa, tidak dapat memberikan apa yang betul2 mereka harapkan, tapi setidaknya, apakah kita tidak mencoba untuk mendengarkan dan memikirkan mereka?
Hidup benar-benar hidup saat kita bisa membantu orang lain sekalipun hanya dengan mendengarkan, memahami dan mengerti..karena terkadang seseorang hanya butuh didengarkan, dipahami dan dimengerti.. ^^